Rabu, 19 Maret 2014

Flash Back Pemilu 2009 Lalu Kejadian di Desa Mojo Andong Boyolali TPS Dibakar, Ketua KPPS Dihajar

Boyolali (Espos)–Pelaksanaan Pemilu Pilpres di Kabupaten Boyolali, tercoreng, menyusul, salah seorang warga Desa Mojo, Kecamatan Andong, Boyolali, Samijan, 52, merusak TPS 04 di desa setempat, Rabu (8/7).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, penyerangan itu dilakukan jelang pelaksanaan Pilpres sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, pelaku membawa parang sepanjang 40 cm, kemudian, bambu runcing sepanjang 2 meter, dan beberapa botol yang berisi bensin. Diduga, pelaku juga akan melakukan pembakaran.
Saat berada di TPS, pelaku sempat membakar beberapa bandel Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan menyobeknya. Selain itu, pelaku mencoba membacok ketua KPPS. Namun, upaya itu gagal, ketua KPPS hanya mengalami luka memar di punggung.
Akibat penyerangan itu, seorang aparat kepolisian sempat terluka. Akhirnya, sekitar lima aparat polisi mengepung, pelaku berhasil diringkus. Diduga, pelaku mengalami stres. Saat ini pelaku ditahan di Mapolsek Andong.
Sementara, Ketua Panwascam Andong, Hidayat Irianto, menyebutkan, sehari sebelumnya, pelaku sempat membeli delapan liter bensin.
“Pelaku bermaksud mengacau, karena sempat membeli bensin delapan liter,” jelas dia kepada wartawan.
Akibat kejadian itu, pelaksanaan pencontrengan itu sempat tegang. Pasalnya, para pemilih ketakutan
Saat ini ditahan di Polsek Andong. menurut penuturan ketua Panwascam Andong, Hidayat Irianto, sudah beli bensin 8 liter, bermaksud mengacau. Bisa diamankan, proses pemilihan bisa berjalan. sempat warga ketakutan.

08 Juli 2009 | 15:39 wib | Daerah
Pelaku Orang Gila

TPS Dibakar, Ketua KPPS Dihajar


Boyolali, CyberNews. Ketenangan warga di TPS 4 Dukuh Jaten, Desa Mojo, Kecamatan Andong saat contrengan, Rabu (8/7) berubah gempar. Ditengah persiapan yang dilakukan panitia pukul 08.00, mendadak dikagetkan dengan kedatang seorang laki- laki dan langsung mengamuk.

Pelaku yang belakangan diketahui bernama Samijan (45) warga setempat menyabet punggung Ketua KPPS, Suwarso dengan bagian punggung parang. Belum sempat hilang kekagetan para anggota KPPS, orang tersebut langsung masuk ke ruangan TPS sembari berteriak-teriak.

Tindakan pelaku semakin brutal, pelaku memukul- mukul meja panitia dengan parang dan potongan bambu.

Panitia dan warga yang berada di TPS tak berani menangkap Samijan, Mereka lalu mengontak Polsek Andong agar mengirimkan anggotanya. Sebelum bantuan datang, pelaku langsung merebut bendel daftar pemilih tetap dan membakarnya.

Sebagian bendel DPT juga sobek karena dihantam parang. Beruntung, tak lama kemudian sejumlah anggota polisi datang di lokasi kejadian dan segera mengamankan pelaku.

Ditemui wartawan, Ketua KPPS, Suwarso mengaku dirinya kaget karena tahu-tahu dipukul dari belakang. Ternyata pelakunya dikenal warga setempat sebagai orang gila.

Panitia dan warga yang akan mencontreng tidak berani menangkap pelaku dan segera meminta bantuan polisi. Setelah pelaku diamankan, panitia bisa melanjutkan persiapan.

"Warga memang mengatakan, orang itu gila. Namun saya lebih suka menyebutnya stres karena dia belum pernah diperiksakan ke rumah sakit jiwa," jelasnya.

Dijelaskan, usai kejadian, pihaknya segera melakukan koordinasi dengan PPK, Panwas dan polisi. Keputusannya, kegiatan pencontrengan tetap dilanjutkan sesuai jadwal.

Pihaknya juga berinisiatif memfotokopi lembar DPT yang dibakar pelaku. Tujuannya, untuk mencocokkan undangan yang dibawa pemilih dengan DPT.

"Kegiatan tetap dilanjutkan karena tidak ada kerusakan berarti. Untung saja, pelaku tidak menyabet saya dengan bagian parang yang tajam." uajar Suwarso.

Saat ditemui di lokasi kejadian, Kapolres Boyolali AKBP Agus Suryo Nugroho mengajak masyarakat agar tetap tenang. Dijelaskan, pelaku kini sudah diamankan di Mapolsek Andong untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihaknya juga berencana untuk membawa pelaku ke RSJ guna diperiksa tim dokter. Sekaligus untuk memastikan apakah orang itu gila atau tidak.

"Kalau berdasarkan keterangan warga, pelaku gila. Namun untuk kepastiannya, akan kami periksakan ke RSJ," tegasnya.
( Joko Murdowo / CN13 )

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Browser