Selasa, 09 April 2013

Cara Tanam Jahe Merah di Polybag / Karung taruh disekitar teras rumah (tritisan) dan di kebun

TANAM JAHE…KEUNTUNGAN TIDAK SEPELE…!!!

            Memilih tanaman budidaya yang tepat memang sangat berpengaruh pada hasil dan keuntungan yang akan didapat, namun jika terlalu lama memilih tanaman yang tepat maka keuntungan yang diharap akan terlewat karena musim, dan harga biasanya berkaitan, dimana musim yang kurang mendukung harga komoditi tertentu mencapai harga tertinggi, dan sebaliknya saat musim baik dan banyak orang berbudidaya biasanya hargapun juga turun hal ini sesuai dengan hukum ekonomi. Untuk mencegah hal itu terjadi, maka Petani tak perlu tunggu musim atau rame- rame menanam, sehingga tidak lagi terjadi “panen massal”, dengan demikian tak perlu terjadi penurunan harga dikarenakan terlalu banyak stok dan menurunnya jumlah permintaan. 

            Kita tentukan saja pilihan kita kali ini pada tanaman budidaya Jahe Merah. Tanaman ini tak terlalu sulit dalam berbudidayanya. Cukup di sela-sela tanaman pokok (sengon, kopi, atau tanaman buah-buahan ), Media tanam bisa menggunakan Karung/Glangsing/Polybag yang telah diisi Bokashi dan tanah dengan perbandingan 1: 3. Pengisian media tanam awalnya hanya perlu diisi setinggi kira-kira 15 cm.
            Sebagai pertimbangan nilai ekonomi Polybag yang diisi 2 - 3 tunas bibit Jahe seharga Rp. 500,-  dalam waktu 8 - 10 bulan bisa berkembang menjadi 20 kg. (jika menggunakan cara konvensional, estimasi 1 rumpon hanya kisaran 2 kg). Misalnya estimasi harga ± Rp 25.000 –  Rp. 40.000, maka per polybag dapat menghasilkan Rp. 500.000,- sampai Rp. 800.000,-. Jika Anda mempunyai 100 polybag saja maka estimasi Hasil kotor yang anda peroleh adalah Rp. 50.000.000,- sampai Rp. 80.000.000,- Sebuah keuntungan yang sangat fantastis bukan…??? Itulah potensi keuntungan yang bisa kita dapatkan, tentu dengan POLA HCS, bukan Pola Konvensional. 


            Dengan perawatan sangat sederhana yakni pemupukan berkala dengan Bokashi dan SOT HCS yang dikocorkan maupun disemprot pada bibit yang ditanam, penyemprotan dan pengocoran SOT hanya perlu dilakukan 2 minggu sekali dan penambahan Bokashi dilakukan seiring pertumbuhan tunas sampai Polybag terisi dengan ketinggian 80%. Setelah Polybag terisi Tanah dan Bokashi, maka yang dilakukan tinggal perawatan sampai panen, antara 8 – 10 bulan.

            Dan seandainya semua mau bergerak memanfaatkan tanah kosong , di pot-pot, polybag, atau pekarangan kita yang tersisa, meskipun tak begitu luas seperti program pemerintah ‘Apotik Hidup’ beberapa tahun lalu, maka kampung tempat kita tinggalpun akan mampu swasembada Jahe, bahkan tak menutup kemungkinan menembus pasar dunia.



PEMBIBITAN :
Untuk bibit jahe yang sudah siap tanam / atau yang sudah bertunas skitar 5-10 cm, namun jika susah memperoleh bibit tunas kita bisa menyemai sendiri bibit jahe yang akan ditanam. Ada beberapa teknik penyemaian. Disini saya bahas salah satunya saja yaitu penyemaian jahe dalam kotak kayu.



Rimpang jahe yang baru dipanen dijemur sementara (tidak sampai kering), kemudian disimpan sekitar 1-1,5 bulan. Patahkan rimpang tersebut dengan tangan dimana setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan dijemur ulang 1/2-1 hari. Selanjutnya sebelum disemai bibit harus dibebaskan dari virus penyakit dengan cara potongan bakal bibit tersebut dikemas ke dalam karung  lalu dicelupkan dalam larutan PHEFOC (Pestisida Herbisida E Fungisida O C) selama 15 menit lalu keringkan. (Larutkan 1 tutup PHEFOC ke dalam 14 liter air, tambahkan 2 sendok makan gula pasir, diamkan selama 15 menit, larutan PHEFOC telah siap untuk digunakan).


Rendam kembali dengan zat pengatur tumbuh SOT sekitar 6 jam. ( Larutkan 5 tutup SOT dengan 14 liter air, tambah 2-3 sendok makan gula pasir, diamkan terlebih dahulu selama 15 menit), larutan siap digunakan. Setelah perendaman lalu tiriskan sampe kering. Benih telah siap disemaikan.
 
Lakukan cara penyemaian dengan peti kayu sebagai berikut: isi kotak kayu dengan tanah+bokashi 3:1 lalu benamkan rimpang jahe tutup dgn tanh/daun kering tipis-tipis, rawat dengan menyirami 2x sehari.Setelah 2-4 minggu lagi, bibit jahe tersebut sudah siap dipindah ke karung/polibag/keranjang tanam

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Bokashi adalah sebuah metode pengomposan yang dapat menggunakan starter aerobik maupun anaerobik untuk mengkomposkan bahan organik, yang biasanya berupa campuran molasses, air, starter mikroorganisme, dan sekam padi. Kompos yang sudah jadi dapat digunakan sebagian untuk proses pengomposan berikutnya, sehingga proses ini dapat diulang dengan cara yang lebih efisien. Starter yang digunakan amat bervariasi, dapat diinokulasikan dari material sederhana seperti kotoran hewan, jamur, spora jamur, cacing, ragi, acar, sake, miso, natto, anggur, bahkan bir, sepanjang material tersebut mengandung organisme yang mampu melakukan proses pengomposan.
Dalam proses pengomposan di tingkat rumah tangga, sampah dapur umumnya menjadi material yang dikomposkan, bersama dengan starter dan bahan tambahan yang menjadi pembawa starter seperti sekam padi, sisa gergaji kayu, ataupun kulit gandum dan batang jagung (Yusuf, 2000). Mikroorganisme starter umumnya berupa bakteri asam laktat, ragi, atau bakteri fototrofik yang bekerja dalam komunitas bakteri, memfermentasikan sampah dapur dan mempercepat pembusukan materi organik.
Umumnya pengomposan berlangsung selama 10-14 hari. Kompos yang dihasilkan akan terlihat berbeda dengan kompos pada umumnya; kompos bokashi akan terlihat hampir sama dengan sampah aslinya namun lebih pucat. Pembusukan akan terjadi segera setelah pupuk kompos ditempatkan di dalam tanah. Pengomposan bokashi hanya berperan sebagai pemercepat proses pembusukan sebelum material organik diberikan ke alam.
Pupuk Bokashi, menurut Wididana et al (1996) dapat memperbaiki sifat fisika, kimia, dan biologi tanah, meningkatkan produksi tanaman dan menjaga kestabilan produksi tanaman, serta menghasilkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian yang berwawasan lingkungan. Pupuk bokashi tidak meningkatkan unsur hara tanah, namun hanya memperbaiki sifat fisika, kimia, dan biologi tanah, sehingga pupuk anorganik masih diperlukan (Cahyani, 2003). Pupuk bokashi, seperti pupuk kompos lainnya, dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kandungan material organik pada tanah yang keras seperti tanah podzolik sehingga dapat meningkatkan aerasi tanah dan mengurangi bulk density tanah (Susilawati, 2000, dan Cahyani, 2003). Berdasarkan hasil penelitian Cahyani (2003), Penambahan pupuk bokashi berbahan dasar arang sekam padi dapat meningkatkan nilai batas cair dan batas plastis tanah latosol, namun terjadi peningkatan indeks plastisitas. Penambahan bokashi arang sekam padi juga berpengaruh terhadap kekuatan geser tanah dan peningkatan tinggi maksimum tanaman. Bokashi juga dapat digunakan untuk mengurangi kelengketan tanah terhadap alat dan mesin bajak sehingga dapat meningkatkan performa alat dan mesin bajak (Yusuf, 2000), dengan pengaplikasian bokashi sebelum pengolahan tanah dilakukan.
 
PENANAMAN 
siapkan alat dan bahan :          - cangkul / sekop (untuk mengaduk)
                                                - karung / polibag / keranjang (pakai yg bekas )
                                                - ember
                                                - bokashi
                                                - tanah
Ambil rimpang jahe dari kotak penyemaian kemudian patah-patahkan dengan tangan rimpang jahe tersebut menjadi 2 - 3 ruas, dimana 1 ruasnya terdapat minimal 2 mata tunas. 
Lalu buat campuran antara tanah dan bokashi dengan perbandingan 3:1 . Masukkan campuran tanah dan bokashi ke dalam karung/polibag/keranjang dengan ketinggian sekitar 15cm , jika menggunakan media karung sesuaikan terlebih dahulu tinggi karung dengan cara menekuk bagian atas karung seperti gambar paling atas agar ketinggian sesuai.
kemudian masukan tunas bibit jahenya, ( satu karung bisa diisi sekitar 3-4 titik tanam  untuk hasil yang maksimal)
Setelah selesai penanaman keseluruhan siram dengan air . Selama sekitar seminggu lakukan penyiraman rutin pagi dan sore agar tunas tidak layu/ kering.

PERAWATAN / PEMUPUKAN


Sirami tiap hari minimal sehari sekali, tapi jika cuaca panas atau musim kemarau sebaiknya siram 2 x sehari.

Sekitar usia 2-4 minggu lakukan pengocoran dengan fermentasi SOT.
(SOT 5 tutup, Gula 3 sendok makan, Urine 2 liter, Feses 2 liter, difermentasi 24 jam). setelah fermentasi jadi campur dengan 15 liter air lalu gunakan untuk mengocor/ menyiram.
Lakukan penyemprotan dengan SOT dan PHEFOC secara bergantian dengan interval 2minggu-4 minggu sekali.
(bahan untuk menyemprot SOT/PHEFOC 5 tutup, Gula 3sendok, bisa ditambah urine 0,5 liter fermentasi 24jam) kemudian campur air 1 tangki dan siap disemprotkan.

Lakukan pengurukan kembali dengan tanah + bokashi (3:1) pada usia 2-3 bulan atau jika terlihat rimpang jahe yang menyembul keluar timbun/uruk sekitar 10cm. 

Lakukan pengurukan ini berulang-ulang seiring pertumbuhan jahe hingga usia sekitar 8 bulan atau sampai karung /polibeg / keranjang terisi penuh dengan tanah urukan.

Dengan teknik pengurukan seperti ini kita akan mendapatkan hasil yang lumayan melimpah, karung /polibag/keranjang kita akan terisi penuh dengan rimpang jahe.

bahkan ada salah satu mitra HCS yang panen jahe satu karung/polibag/keranjang berisi 20kg jahe wooww....dahsyat bukan...???.
Jika langkah-langkah diatas sudah kita lalui selama 8-10 bulan, sudah saatnya jahe kita siap dipanen.
 
 GAJIAN TIAP BULAN.
 Banyak orang beranggapan "bertani itu tidak bisa memberi penghasilan tiap bulannya", Bertani hanya memberi penghasilan pas pada waktu panen saja. Menurut saya anggapan ini 100% salah, buang jauh2  tuh anggapan seperti itu.
Bagaimana cara mempunyai penghasilan tiap bulannya dari bertani disini kita akan membahasnya. 
Ya salah satunya dengan cara menanam jahe dengan media karung/glangsing/polibag.

Caranya tiap bulannya kita musti tanam jahe ya misal 20-40 polibag/karung. Jadi diawal tiap bulannya kita tanam jahe. Contoh misal bulan january minggu awal kita tanam 40 polibag/karung jahe, maka bulan february di minggu awal berikutnya kita tanam lagi 40 polibag/karung, begitu juga bulan maret dan bulan-bulan berikutnya. 

Kalau tanam terus kapan panennya hehe..??
Biasanya jahe sudah bisa dipanen di usia 8-10 bulan, lebih baik kwalitasnya jika panen di usia 10 bulan saja supaya jahe matang tua sempurna. Jadi untuk jahe yang kita tanam di bulan january kita panennya di bulan november awal, bulan february panen di bulan desember, maret panen di january, begitu seterusnya sehingga mulai bulan november sampai kedepan kita akan mempunyai penghasilan tiap bulannya dari hasil bertani.
Untuk skema tanam dan waktu panen bisa dilihat dari tabel di bawah ini.

Waktu Tanam
Jumlah Tanam
Waktu Panen
January
40 karung
November
February
40 Karung
Desember
Maret
40 Karung
January
April
40 karung
February
Mei
40 karung
Maret
Juny
40 karung
April
July
40 karung
Mey
agustus
40 karung
Juny
September
40 karung
July
Oktober
40 karung
Agustus
November
40 karung
September
Desember
40 karung
Oktober

Hitung-hitunganya gimana? berapa rupiah yang kemungkinan bisa kita hasilkan tiap bulan.

Modal Tiap bulannya :

Bibit jahe 40 rimpang x Rp.1.000,-     Rp.40.000 === > ( sekitar 1,5 - 2 kg jahe )

Polibag/karung 40 x Rp.1.500             Rp.60.000

Pupuk SOT dan Phefoc                        Rp.70.000

TOTAL                                             Rp.170.000,- 

Hasil tiap bulannya :                            
      Tanam jahe media karung dengan pola HCS bisa menghasilkan 10-20kg tiap polibag/karungnya. Tapi disini kita ambil contoh hasil terendah saja misalkan saja 1 polibag/karung menghasilkan 5 kg jahe dan harga jual per kilo jahe Rp.15.000.

Maka :   40 karung x 5kg                 200kg

               200kg x Rp.15.000           
Rp.3.000.000

Jadi bisa kita ketahui nantinya mulai bulan november sampai terus kedepan kita akan mendapat penghasilan Rp. 3.000.000. hasil ini bisa lebih jika hasil panen kita bisa maksimal dan harga jual jahe naik. 
Semoga saja artikel ini bermanfaat.
http://jahehcs.blogspot.com/



Jahe dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu :
  1. Jahe gajah atau jahe badak. Rimpangnya lebih besar dan gemuk, ruas rimpangnya lebih menggembung dari kedua varietas lainnya. Jenis jahe ini bisa dikonsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua, baik sebagai jahe segar maupun jahe olahan.
  2. Jahe putih atau  jahe emprit. Ruasnya kecil, agak rata sampai agak sedikit menggembung. Jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua. Kandungan minyak atsirinya lebih besar dari pada jahe gajah, sehingga rasanya lebih pedas, disamping seratnya tinggi. Jahe ini cocok untuk ramuan obat-obatan, atau untuk diekstrak oleoresin dan minyak atsirinya.
  3. Jahe merah. Rimpang berwarna merah dan lebih kecil daripada jahe emprit, jahe merah selalu dipanen setelah tua, dan juga memiliki kandungan minyak atsiri yang sama dengan jahe kecil, sehingga cocok untuk ramuan obat-obatan.
 
Manfaat Tanaman Jahe
Rimpang jahe dapat digunakan sebagai bumbu masak, pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti, kue, biskuit, kembang gula dan berbagai minuman. Jahe juga dapat digunakan pada industri obat, minyak wangi, industri jamu tradisional, diolah menjadi asinan jahe, dibuat acar, lalap, bandrek, sekoteng dan sirup. Dewasa ini para petani cabe menggunakan jahe sebagai pestisida alami. Dalam perdagangan jahe dijual dalam bentuk segar, kering, jahe bubuk dan awetan jahe. Disamping itu terdapat hasil olahan jahe seperti: minyak astiri dan koresin yang diperoleh dengan cara penyulingan yang berguna sebagai bahan pencampur dalam minuman beralkohol, es krim, campuran sosis dan lain-lain.
 
Adapun manfaat secara pharmakologi antara lain adalah sebagai karminatif (peluruh kentut), anti muntah, pereda kejang, anti pengerasan pembuluh darah, peluruh keringat, anti inflamasi, anti mikroba dan parasit, anti piretik, anti rematik, serta merangsang pengeluaran getah lambung dan getah empedu.
Klasifikasi
Divisi            :  Spermatophyta
Sub-divisi    :  Angiospermae
Kelas            :  Monocotyledoneae
Ordo           :  Zingiberales
Famili           :  Zingiberaceae
Genus         :  Zingiber
Species       :  Zingiber officinale
Terdapat di seluruh Indonesia, ditanam di kebun dan di pekarangan. Pada saat ini jahe telah banyak dibudidayakan di Australia, Srilangka, Cina, Mesir, Yunani, India, Indonesia, Jamaika, Jepang, Meksiko, Nigeria, Pakistan. Jahe dari Jamaika mempunyai kualitas tertinggi, sedangkan India merupakan negara produsen jahe terbesar, yaitu lebih dari 50 % dari total produksi jahe dunia.
Syarat Pertumbuhan

Iklim
Tanaman jahe membutuhkan curah hujan relatif tinggi, yaitu antara 2.500-4.000 mm/tahun. Pada umur 2,5 sampai 7 bulan atau lebih tanaman jahe memerlukan intensitas cahaya matahari 70 - 100%. Dengan kata lain penanaman jahe sebaiknya dilakukan di tempat terbuka sehingga mendapat sinar matahari sepanjang hari. Suhu udara optimum budidaya tanaman jahe antara 20-35 oC.

Tanah
Tanaman jahe paling cocok ditanam pada tanah subur, gembur dan banyak mengandung humus. Tekstur tanah yang baik adalah lempung berpasir, liat berpasir dan tanah laterik. Tanaman jahe dapat tumbuh pada keasaman tanah (pH) sekitar 4,3-7,4. Tetapi keasaman tanah (pH) optimum untuk jahe gajah adalah 6,8-7,0.
 
Ketinggian Tempat
Jahe tumbuh baik di daerah tropis dan subtropis dengan ketinggian 0 - 2.000 m dpl. Di Indonesia pada umumnya ditanam pada ketinggian 200 - 600 m dpl.

Hama Penyakit Tanaman Jahe
Beberapa penyakit penting pada tanaman jahe yang umum dijumpai, terutama jahe putih besar, adalah layu bakteri (Ralstonia solanacearum), layu fusarium (Fusarium oxysporum), layu rizoktonia (Rhizoctonia solani), nematoda (Rhodopolus similis) dan lalat rimpang (Mimergralla coeruleifrons,Eumerus figurans) serta kutu perisai (Aspidiella hartii). Penyemprotan pestisida sebaiknya dilakukan mulai dari penyimpanan bibit dan pada saat pemeliharaan dengan interval 14 hari sekali. Penyemprotan pestisida pada fase pemeliharaan biasanya dicampur dengan pupuk cair atau vitamin-vitamin yang mendorong pertumbuhan jahe
http://petunjukbudidaya.blogspot.com/2012/12/budidaya-jahe.html 

40 komentar:

Imam Romzan Fauzi mengatakan...

Mantap....

mama lemon mengatakan...

trimakasih ilmunya..
pas banget buat tambahan penghasilan ..... :)

Tri Agro Sukses mengatakan...

asumsi harga jual jahe nya terlalu tinggi tidak sesuai dengan realita, di Pasar Induk Kramat Jati, pedagang besar sudah jual dengan harga 6.000 per kg, artinya mereka beli maksimal 5.000 per kg. Saat ini over suplay, susah cari pembeli dalam partai besar yang rutin

roman widodo mengatakan...

untuk daerah kalimantan cocok tidak iklimnya buat tanam jahe ini/

Mas Syamsul.A.md.Trainer Pertanian Peternakan HCS mengatakan...

http://stockisthcs.blogspot.com/2013/03/jahe-merah-hcs.html

Teguh Rachmat mengatakan...

http://jogjagypsum.web.id .... pilihan menarik untuk tanam di lahan terbatas...info yg sangat membantu

suryadi89 mengatakan...

Apakah anda ada jual bibitnya...

arif muttaqin mengatakan...

Mas Tri Agro..
Saat ini sy didaerah sekitar surakarta (Solo) dan harga jahe di pasar kami masih 20 ribu / kilo jd harga dr petani diatas 15 ribu. Anda bisa jual di pasar kami..kl 6 ribu pasti laris...sy jg mau jadi salesnya...

arif muttaqin mengatakan...

Mas Suryadi89...
Saat ini bibit sy pakai sendiri krn masih kekurangan juga...berdasarkan yg saya praktekan utk penyemaian sesuai tulisan diatas 100% dr bibit saya berhasil hidup dan sekarang sudah usia 4 bulanan...sy yakin anda bisa menyemai bibit sendiri...

agung tamtomo mengatakan...

Mau skripsi tentang budidaya jahe,kasih masukan enaknya judulnya apa ya mas?matur nuwun mas

bppk candimulyo mengatakan...

bro...kalau mau beli SOT dan Phefoc nya dimana?

arif muttaqin mengatakan...

To : bppk candimulyo...
keduanya bisa anda dapatkan dg order mas Syamsul yg poskan status di atas yaitu http://stockisthcs.blogspot.com/2013/03/jahe-merah-hcs.html

arif muttaqin mengatakan...

Mas Agung Tamtomo...
Judulnya: Efisiensi biaya budidaya jahe di Polybag dibanding pada lahan tanah (lebih hemat mana)
atau : Teknologi Pengolahan hasil budidaya jahe merah di desa ..... (jika bersifat study lapangan atau penelitian lapangan)
trims semoga membantu....
Kl bisa minta referensi sama mas samsul HCS ambil aja judul :
Pengaruh penggunaan pupuk organic terhadap hasil budidaya jahe merah di desa ......

kushaeri wimpy mengatakan...

Salam... gosucces....
Untuk teman-teman daerah Lumajang, Jember, Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, dan banyuwangi, pelatihan gratis untuk Informasi dan pelatihan Gratis "Budidaya Jahe pola HCS" bisa anda hub. 085257141555 atau 085228523915 (Kushaeri, SP)

kushaeri wimpy mengatakan...

go success.... salam sukses untuk semua mitra HCS

kami Menyediakan
BOKASHI POLA HCS

- Ukuran sak 25 kg harga 25 ribu
- ukuran sak 50 kg harga 40 ribu
- pembelian di atas 20 sak 50 kg harga 750 ribu per 20 sak

Bahan dari Feses Ayam dicampur dengan Feses Kambing dengan pola sesuai dengan POLA HCS

Kushaeri
Tanggul Kulon - Tanggul - Jember - Jatim
HP : 085257141555 dan 085228523915

Melayani Pengiriman keluar kota ditambah ongkos pengiriman

Mypranono mengatakan...

makasih infonya, pengin coba juga nikh......

Alim Ginsu mengatakan...

mau tanya nih mas...?
sy punya lahan terbatas kira2 maximal 100 krng/poliback
kira kebutuhan bokasi brp kg dan SOT dan lainnya

trima kasiih sebelumnya

edward fernando mengatakan...

mas , bokashi dijual ditoko jg ga ??
trus panen nya gmna?? apa langsung diambil dan tidak bisa dipanen ulang (artinya 1 tanaman hanya sekali panen) ??
ma'af saya ini awam banget klo soal tanaman.
trima kasih infonya

ardhani mengatakan...

maaf pak, untuk janis Jahenya apa saja yg bagus tanam?? Trus kalau pake media tanah langsung gimana caranya?

arif muttaqin mengatakan...

mas Alim Ginsu
Prinsipnya dari 1 karung / polybag diisi bokashi 1/3 nya tanah. Jika karung / polybag dg ukuran 5 kg maka bokashinya sekitar 1,5 kg. Maka tinggal kalikan dg jmlh polybag / karung. Pd kasus anda berarti 1,5 kg x 100 polybag = 150 kg bokashi dan ini sdh cukup. Tetapi untuk lebih baiknya dilakukan pemupukan berikutnya meski jmlhnya sedikit berkurang dibanding yg pertama.

arif muttaqin mengatakan...

mas edward fernando yg awam :-)
kl soal bokashi dijual apa gak tergantung lokasi dan toko masing-masing. Krn kl disekitar saya gak ada yg jual. Mk hrs bikin sendiri.
Kl jahe hanya sekali panen krn berujud rimpang dlm tanah bukan dr bunga yg berujud buah bisa dipanen beberapa kali.

lutfi ded mengatakan...

MANTAB BROW...

Abi Kusno mengatakan...

selamat siang bapak bapak .
Salam kenal
Saya Abi kusno ( Serang - Banten ) sangat tertarik dan akan mencoba untuk membudidayakan jahe .
sepengalam an teman teman .jenis jahe apa yg harga ekonomis nya tinggi .dan jual nya nanti ke mana mohon petujuk dan saran .
sms boleh ke no 08161435275

Ardian Surya mengatakan...

untuk bibit jahenya, apa bisa beli dari pasar? atau cari petani jahe?

untuk mas arif, saya juga tinggal di solo, kalau beli di pasar legi bisa?

adamar santoso mengatakan...

utk kebun di daerah solo, kr.anyar, skh, wng, dimana ya..? pengin lihat langsung.... sblm mulai... biar lebih semangat..

sandal jepit mengatakan...

kunjungi juga sob

punyasandal.blogspot.com

dian mengatakan...

Saya bisa supplay jahe merah rimpang,umur tua,buakn dari luar jawa,harga 9 ribu/kg.Kontak saya di 081231762208.Madiun.

yunan widayat mengatakan...

teman teman yang pingin tanam jahe,,,,harap jangan berangan angan terlalu tinggi!!! harga jahe tidaklah selalu tinggi. pikirkan juga saat harga jahe dibawah 5rb, apakah anda masih untung???? yang kedua, jangan terlalu menghayal menanam satu tunas akan menghasilkan 15kg,satu hal yang perlu anda ketahui....!!! keberhasilan anda saat panen jahe nanti ditentukan oleh Departemen KETUHANAN.!!! pengalaman yang telah saya alami, maksimal dgn perawatan yang bagus,hanya mampu menghasilkan 7kg/sak/plbk, dgn rata rata 4kg/sak, karena saya tanam jahe dalam sak! dan saat itu terjual dengan harga rp 6rb !!! Mari kita berfikir yang sedikit, sebelum melangkah.

mohamad toha mengatakan...

mas kalo tanah gambut piye bisa dan bagus kah untuk budidaya jahe. saya dari kalbar, suwun

ahmad junaidi mengatakan...

mantap mas arif saya akan berkunjung ke boyolali, kalau harga rendah ya paling tidak kita tidak tinggal diam merawat bumi . oksigen akan lebih banyak....thanks mas...

ahmad junaidi mengatakan...

ok mas bro teruskan untuk menghijaukan dunia...

arif muttaqin mengatakan...

Mas Yunan Widayat :
Saya setuju dengan nasehat mas Yunan....tiap lokasi akan berbeda kondisinya dg lokasi lain...maka perlu dicermati dulu pasarnya, lahannya, kemampuan modalnya, dan variabel lain agar kita tdk terlalu berlebihan dlm berangan-angan. Ada org yg bisa menjual suatu produk yg sama dg harga lebih tinggi dibanding yg lain krn beda kemampuan marketing, beda jaringan, beda pasarnya dll. OKI pelajari dulu potensi anda masing-masing. Intinya semua yg akan kita lakukan hrs tahu betul tujuannya. Kl hanya utk skala kecil atau keperluan sendiri mungkin gak akan terlalu berdampak jk ada resiko. tp kl sdh skala bisnis kita hrs cermat. Sy sendiri berorientasi penjualan utk retail ke pengguna langsung spt. angkringan, warung jahe dan pasar tradisional setelah saya tahu brp mereka beli jahenya selama ini. Akhirnya sy senang mengutip kt2 mutiara dari blognya mas yunan : yunan widayat2 Februari 2014 16.06

lakukan ketika orang lain belum sempat melakukan,,,, anda akan berhasil.
ketika anda akan melakukan sesuatu, jangan pernah berniat hanya akan mencoba! niatkan dengan sungguh sungguh!
keberhasilan,terletak pada orang yang penuh dengan keyakinan,kesungguhan dan keuletan!!!!!!!!!

sandi mengatakan...

salam. untuk daerah jawabarat, terutama priangan timur, apakah ada rencana pelatihan ? trims

Rahman Syah mengatakan...

Sedia Bibit jahe Merah siap tanam dipolibag (085382865639)

Dzaky Dewan mengatakan...

Jadi pengin bisnis seperti ini. Suka dukanya apa yach!

aji yoga mengatakan...

mau tanya bosssss :
cara untuk mendapatkan pupuk cair SOT di man yaaa
tlong infokan krn saya butuh ke 0852040852555.trimm

fajar abdillah mengatakan...

Mau nanya pak,
Untuk pelatihan tanam jahe di daerah lumajang ke siapa ya pak?terimakasih

hadi Nugroho mengatakan...

mas arif muttaqin...nyari bibit hame merah atau emprit daerah solo mana nggeh...atau mas sendiripunya bibitnya...pengen ngangsu kaweruh

tri winarto mengatakan...

untuk daerah blitar info nya dimana ya
matur suwun..

Ahmad Wahyudin mengatakan...

Mantabbb....biaya murah hasil berlimpah. Pekaranganrumah sempit pun bisa dimanfaatkan.

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Browser