Jumat, 03 Oktober 2014

Pondok Mas Wada'i Bandung Beji













Senin, 25 Agustus 2014

Pendaftaran CPNS 2014

Melalui situs : www.panselnas.menpan.go.id

Dari 27 kementrian. belum ada separuh yg sudah membuka pendaftaran OL.
Situs diatas jika siang hari juga sering gagal untuk diakses calon pendaftar.
Yang berwarna biru adalah kementrian yang sudah bisa menerima pendaftaran OL.

Formasi Nasional CPNS 2014 terdiri dari formasi K/L (Kementerian dan Lembaga) dan formasi di Instansi Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota.
AFormasi Pusat terdiri atas 68 (enam puluh delapan) Kementerian/Lembaga.
02. Kementerian - terdiri atas 26 (dua puluh enam) kementerian.
No Nama Instansi Jumlah 
Formasi
II KEMENTERIAN   
1 Kementerian Hukum Dan Ham 1,000
2 Kementerian Keuangan  9.000
3 Kementerian ESDM    800
4 Kementerian Perindustrian     147
5 Kementerian Perdagangan    124
6 Kementerian Pertanian     690
7 Kementerian Kehutanan    580
8 Kementerian Perhubungan     850
9 Kementerian Kelautan dan Perikanan    518
10 Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi   212
11 Kementerian Kesehatan   2.285
12 Kementerian Pekerjaan Umum    135
13 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 5.500
14 Kementerian Sosial    136
15 Kementerian Agama 2.096
16 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif    141
17 Kementerian Komunikasi dan Informatika    105
18 Kementerian Riset Dan Teknologi      65
19 Kementerian Lingkungan Hidup     129
20 Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak      13
21 Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS      38
22 Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal       20
23 Kementerian BUMN      30
24 Kementerian Perumahan Rakyat       44
25 Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negeara dan Reformasi Birokrasi  20
26 Kementerian Pemuda dan Olahraga    163
27 Kementerian Sekretariat Negara    169

Kamis, 14 Agustus 2014

Melacak HP Android yg hilang sekarang sangat mungkin...

Gunakan Software berikut...
 
mobile tracker for android
aplikasi ini bisa melacak keberadaan Android Anda yang hilang lewat kartu sim baru yang terpasang pada Android tersebut. Contohnya bila Android anda di curi atau ditemukan oleh orang lain dan kartu sim diganti yang baru, maka ketika itu Android tersebut bisa memberikan informasi berupa sms kepada teman ataupun keluarga Anda. Awalnya Anda harus menginstal aplikasi mobile tracker for android ini, kemudian berikan password yang aman untuk terhubung ke aplikasi ini. Setelah itu masukkanlah nomor alternatif anda, misal nomer ponsel Anda yang lain atau nomer hp keluarga anda.
  • where my android
Seperti mobile tracker, aplikasi ini akan melacak android yang hilang melalui deteksi pada sim card yang baru. Lebih dulu anda harus menginstal aplikasi ini, setelah itu isi password yang aman. selanjutnya, masukkan nomor telephone alternatif agar ketika nomer sim baru dimasukkan, maka hp Android Anda akan mengirimkan pesan ke nomer hp yang anda masukkan.
  • android lost
Cara melacak Android yang hilang berikutnya adalah dengan android lost yang memiliki cara kerja yang berbeda dengan dua aplikasi di atas. Sebab aplikasi ini tak melacak melalui kartu sim namun melalui situs online. aplikasi ini memiliki fitur yang banyak, dengan aplikasi ini anda dapat mengontrol perangkat android anda dari jarak jauh, membuat panggilan, alarm remote control, memeriksa log, melihat lokasi android anda pada peta, mengunci ponsel dan memutuskan batas waktu kuncinya, membersihkan ponsel, memeriksa status ponsel, menghapus data SDcard dan banyak lagi.
  • locate my droid
aplikasi gratis ini bisa mendapatkan perangkat android yang hilang melalui situs seperti android lost, aplikasi ini pun dapat mengendalikan ponsel android yang hilang melalui situsnya yaitu locatemydroid.com, cara kerjanya pun sama dengan android lost.
  • lost phone
aplikasi android gratis ini dapat melacak keberadaan Android anda yang hilang melalui sms. aplikasi ini memiliki cara kerja yang sama seperti mobile tracker for android atau wheres my droid. Cara menjalankannya pun sama juga dengan kedua aplikasi tersebut di atas.

Sabtu, 09 Agustus 2014

Halal bil Halal Bani Tanu Semito Bengle 2014 di Tawang



















Kamis, 22 Mei 2014

Seputar BPJS atau JKN



1. Apa itu JKN dan BPJS Kesehatan dan apa bedanya?
JKN merupakan program pelayanan kesehatan terbaru yang merupakan kepanjangan dari Jaminan Kesehatan Nasional yang sistemnya menggunakan sistem asuransi. Artinya, seluruh warga Indonesia nantinya wajib menyisihkan sebagian kecil uangnya untuk jaminan kesehatan di masa depan.
Bagaimana dengan rakyat miskin? Tidak perlu khawatir, semua rakyat miskin atau PBI (Penerima Bantuan Iuran) ditanggung kesehatannya oleh pemerintah. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi rakyat miskin untuk memeriksakan penyakitnya ke fasilitas kesehatan.
Sementara BPJS adalah singkatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. BPJS ini adalah perusahaan asuransi yang kita kenal sebelumnya sebagai PT Askes. Begitupun juga BPJS Ketenagakerjaan merupakan transformasi dari Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja).
Antara JKN dan BPJS tentu berbeda. JKN merupakan nama programnya, sedangkan BPJS merupakan badan penyelenggaranya yang kinerjanya nanti diawasi oleh DJSN (Dewan Jaminan Sosial Nasional).
2. Siapa saja saja peserta JKN?
Sesuai Undang-undang Nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), dengan adanya JKN, maka seluruh masyarakat Indonesia akan dijamin kesehatannya. Dan juga kepesertaanya bersifat wajib tidak terkecuali juga masyarakat tidak mampu karena metode pembiayaan kesehatan individu yang ditanggung pemerintah.
3. Berapa iuran untuk Karyawan, PNS, TNI/POLRI, pedagang, investor, pemilik usaha atau perusahaan atau pihak yang bukan Penerima Bantuan Iuran ?
Sesuai Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2013 jenis Iuran dibagi menjadi:
- Iuran Jaminan Kesehatan bagi penduduk yang didaftarkan oleh Pemerintah daerah dibayar oleh Pemerintah Daerah (orang miskin dan tidak mampu)
- Iuran Jaminan Kesehatan bagi peserta Pekerja Penerima Upah (PNS, Anggota TNI/POLRI, Pejabat Negara, Pegawai pemerintah non pegawai negeri dan pegawai swasta) dibayar oleh Pemberi Kerja yang dipotong langsung dari gaji bulanan yang diterimanya.
- Pekerja Bukan Penerima Upah (pekerja di luar hubungan kerja atau pekerja mandiri) dan Peserta bukan Pekerja (investor, perusahaan, penerima pensiun, veteran, perintis kemerdekaan, janda, duda, anak yatim piatu dari veteran atau perintis kemerdekaan) dibayar oleh Peserta yang bersangkutan.
Untuk jumlah iuran Jaminan Kesehatan bagi Peserta Pekerja Penerima Upah yang terdiri atas PNS, Anggota TNI, Anggota Polri, Pejabat Negara, dan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri akan dipotong sebesar 5 persen dari gaji atau Upah per bulan, dengan ketentuan 3 persen dibayar oleh pemberi kerja, dan 2 persen dibayar oleh peserta.
Tapi iuran tidak dipotong sebesar demikian secara sekaligus. Karena secara bertahap akan dilakukan dari 1 Januari 2014 – 30 Juni 2015 adalah pemotongan 4 persen dari Gaji atau Upah per bulan, dengan ketentuan 4 persen dibayar oleh Pemberi Kerja dan 0,5 persen dibayar oleh Peserta.
Namun mulai 1 Juli 2015, pembayaran iuran 5 persen dari Gaji atau Upah per bulan itu menjadi 4 persen dibayar oleh Pemberi Kerja dan 1 persen oleh Peserta.
Sementara bagi peserta perorangan akan membayar iuran sebesar kemampuan dan kebutuhannya. Untuk saat ini sudah ditetapkan bahwa:
- Untuk mendapat fasilitas kelas I dikenai iuran Rp 59.500 per orang per bulan
- Untuk mendapat fasilitas kelas II dikenai iuran Rp 42.500 per orang per bulan
- Untuk mendapat fasilitas kelas III dikenai iuran Rp 25.500 per orang per bulan
Pembayaran iuran ini dilakukan paling lambat tanggal 10 setiap bulan dan apabila ada keterlambatan dikenakan denda administratif sebesar 2 persen dari total iuran yang tertunggak paling banyak untuk waktu 3 (tiga) bulan. Dan besaran iuran Jaminan Kesehatan ditinjau paling lama dua tahun sekali yang ditetapkan dengan Peraturan Presiden.
4. Fasilitas apa saja yang didapat jika ikut JKN?
A. Untuk peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran)
- Pekerja penerima upah ( PNS, Anggota TNI/POLRI, Pejabat Negara, Pegawai Pemerintah non Pegawai Negeri dan Pegawai Swasta, akan mendapatkan pelayanan kelas I dan II
- Pekerja bukan penerima upah (Pekerja di luar hubungan kerja atau pekerja mandiri, karyawan swasta) akan mendapatkan pelayanan kelas I, II dan III sesuai dengan premi dan kelas perawatan yang dipilih.
- Bukan pekerja (investor, pemberi kerja, penerima pensiun, veteran, perintis kemerdekaan serta janda, duda, anak yatim piatu dari veteran atau perintis kemerdekaan. Termasuk juga wirausahawan, petani, nelayan, pembantu rumah tangga, pedagang keliling dan sebagainya) bisa mendapatkan kelas layanan kesehatan I, II, dan III sesuai dengan premi dan kelas perawatan yang dipilih.
B. Penerima Bantuan Iuran (PBI)
Orang yang tergolong fakir miskin dan tidak mampu yang dibayarkan preminya oleh pemerintah mendapatkan layanan kesehatan kelas III
5. Apakah sistem pelayanan BPJS misalnya mengurus obat bisa lama dan dilempar sana-sini?
Direktur Kepersertaan BPJS, Sri Endang Tidarwati mengatakan bahwa sistem pelayanan BPJS akan lebih baik karena didukung oleh SDM yang banyak dan terlatih. Sementara bila semua data lengkap dan seluruh isian dalam formulir sudah terisi dengan baik, pihak BPJS (Badan penyelenggara Jaminan Sosial) mengklaim prosedur pendaftaran menjadi peserta JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) cukup 15 menit.
6. Apakah tenaga kesehatan akan bersikap ramah terhadap peserta JKN?
Menteri Kesehatan menyampaikan, bila ada satu RS yang dokternya galak, maka pasien ini boleh pindah ke RS yang memiliki dokter yang ramah dan melayani dengan baik. Menkes mengatakan, lama-lama jumlah pasien di dokter galak tersebut akan berkurang. Sementara dokter yang melayani dengan baik dan gembira, jumlah pasien dan pendapatannya meningkat.
7. Manfaat dan layanan apa saja yang didapat peserta JKN?
Manfaat JKN mencakup pelayanan pencegahan dan pengobatan termasuk pelayanan obat dan bahan medis habis pakai sesuai dengan kebutuhan medis. Seperti misalnya untuk pelayanan pencegahan (promotif dan preventif), peserta JKN akan mendapatkan pelayanan:
- Penyuluhan kesehatan, meliputi paling sedikit penyuluhan mengenai pengelolaan faktor risiko penyakit dan perilaku hidup bersih dan sehat.
- Imunisasi dasar, meliputi Baccile Calmett Guerin (BCG), Difteri pertusis tetanus dan Hepatitis B (DPT-HB), Polio dan Campak.
- Keluarga Berencana, meliputi konseling, kontrasepsi dasar, vasektomi dan tubektomi
- Skrining kesehatan diberikan secara selektif yang ditujukan untuk mendeteksi risiko penyakit dan mencegah dampak lanjutan dari risiko penyakit tertentu.
- Jenis penyakit kanker, bedah jantung, hingga dialisis (gagal ginjal).
8. Alur pembuatan kartu BPJS Kesehatan seperti apa?
Direktur Pelayanan PT Askes Fadjriadinur mengatakan bahwa Anda bisa datang ke kantor BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) kemudian melakukan hal berikut:
1. Mengisi formulir pendaftaran
2. Pembayaran premi
Anda akan diberikan virtual account atau kode bank untuk pembayaran premi pertama yang bisa dilakukan melalui ATM atau bank terdekat yang saat ini sudah bekerjasama yaitu bank BRI, BNI dan Mandiri.
Untuk biaya premi peserta mandiri dengan perawatan kelas 3, sebulan hanya Rp 25.500 per orang, untuk perawatan kelas II sebulan Rp 42.500 per orang dan perawatan kelas I sebesar Rp 50.000 per orang.
Adapun besaran premi pada kelompok pekerja sebesar 5 persen dari gaji pokoknya, 2 persen dibayarkan oleh yang bersangkutan dan 3 persen dibayarkan oleh perusahaan tempat pekerja bekerja.
3. Mendapat kartu BPJS Kesehatan yang berlaku di seluruh Indonesia
Setelah membayar premi, nantinya Anda akan mendapat kartu BPJS Kesehatan yang menjadi bukti bahwa Anda merupakan peserta JKN. Saat ini fasilitas kesehatan yang dimiliki pemerintah otomatis melayani JKN. Sementara fasilitas kesehatan milik swasta yang dapat melayani JKN jumlahnya terus bertambah. Hanya tinggal sekitar 30 persen saja yang belum bergabung.
9. Bagaimana dengan fasilitas kesehatan swasta?
Pemerintah dan pemerintah daerah dapat memberikan kesempatan kepada swasta untuk berperan serta memenuhi ketersediaan fasilitas kesehatan dan penyelenggaraan pelayanan kesehatan.
10. Bagaimana alur pelayanan kesehatan, katanya tidak boleh langsung ke rumah sakit?
- Untuk pertama kali setiap peserta terdaftar pada satu fasilitas kesehatan tingkat pertama (Puskesmas) yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan setelah mendapat rekomendasi dinas kesehatan kabupaten/kota setempat.
- Dalam jangka waktu paling sedikit 3 (tiga) bulan selanjutnya peserta berhak memilih fasilitas kesehatan tingkat pertama yang diinginkan.
- Peserta harus memperoleh pelayanan kesehatan pada fasilitas kesehatan tingkat pertama tempat peserta terdaftar, kecuali berada di luar wilayah fasilitas kesehatan tingkat pertama tempat peserta terdaftar atau dalam keadaan kegawatdaruratan medis.
Direktur Pelayanan PT Askes Fadjriadinur menambahkan, bila sudah aktif menjadi peserta, alur pelayanan menggunakan pola rujukan berjenjang yang dimulai dari sistem layanan primer hingga tersier.
Ia mengatakan, layanan primer terdiri atas Puskemas, klinik dokter pribadi serta klinik pratama (klinik swasta). Jadi nanti setiap orang mulai berobat dari sistem layanan primer dulu sehingga menghindari penumpukkan di satu rumah sakit. Khusus untuk keadaan darurat seperti kecelakaan atau penyakit yang tidak bisa ditangani di layanan primer, bisa langsung ke rumah sakit.
11. Siapa yang menjamin program JKN akan berlangsung baik tanpa korupsi?
Pengawasan terhadap BPJS dilakukan secara eksternal dan internal. Secara eksternal, pengawasan akan dilakukan oleh DJSN (Dewan Jaminan Sosial Nasional) dan Lembaga pengawas independen. Dan secara internal, BPJS akan diawasi oleh dewan pengawas satuan pengawas internal.
12. Bagaimana jika terjadi kelebihan atau kekurangan iuran?
- BPJS Kesehatan menghitung kelebihan atau kekurangan iuran jaminan kesehatan sesuai dengan gaji atau upah peserta.
- Dalam hal terjadi kelebihan atau kekurangan pembayaran iuran sebagaimana dimaksud, BPJS Kesehatan memberitahukan secara tertulis kepada pemberi kerja dan atau peserta selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sejak diterimanya iuran.
- Kelebihan atau kekurangan pembayaran iuran diperhitungkan dengan pembayaran iuran bulan berikutnya.
13. Bila peserta tidak puas dengan pelayanan yang diberikan, kemana harus mengadu?
Bila peserta tidak puas terhadap pelayanan jaminan kesehatan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, maka peserta dapat menyampaikan pengaduan kepada penyelenggara pelayanan kesehatan dan atau BPJS Kesehatan.
Atau dapat langsung datang ke posko BPJS di kota dan desa. Ada juga hotline servis BPJS di nomor kontak 500-400.
- See more at: http://health.liputan6.com/read/788613/pertanyaan-pertanyaan-dasar-seputar-jkn-dan-bpjs#sthash.ui702LY9.dpuf

Rabu, 19 Maret 2014

Cara download Youtube tanpa software dan langsung konversi ke MP3 atau format lain

Caranya buka Video Youtube yang akan di douwn load kemudian di kolom alamat situs youtube yg sedang anda lihat tambahkan huruf ss didepan kata youtube tersebut secara bersambung tanpa spasi dan tekan enter lalu tunggu prosesnya maka anda akan diberikan beberapa opsi format atau type file yg anda inginkan lalu klik pada format tersebut misalnya anda akan merubah video tersebut ke MP3 maka klik pada MP3 lalu tunggu proses dan silahkan di Copy hasilnya ke HD atau Memory dsb. Jk Format yang anda inginkan tdk muncul ulangi lagi langkah awal, krn kadang terjadi gangguan atau distorsi pada jaringan..

Flash Back Pemilu 2009 Lalu Kejadian di Desa Mojo Andong Boyolali TPS Dibakar, Ketua KPPS Dihajar

Boyolali (Espos)–Pelaksanaan Pemilu Pilpres di Kabupaten Boyolali, tercoreng, menyusul, salah seorang warga Desa Mojo, Kecamatan Andong, Boyolali, Samijan, 52, merusak TPS 04 di desa setempat, Rabu (8/7).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, penyerangan itu dilakukan jelang pelaksanaan Pilpres sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, pelaku membawa parang sepanjang 40 cm, kemudian, bambu runcing sepanjang 2 meter, dan beberapa botol yang berisi bensin. Diduga, pelaku juga akan melakukan pembakaran.
Saat berada di TPS, pelaku sempat membakar beberapa bandel Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan menyobeknya. Selain itu, pelaku mencoba membacok ketua KPPS. Namun, upaya itu gagal, ketua KPPS hanya mengalami luka memar di punggung.
Akibat penyerangan itu, seorang aparat kepolisian sempat terluka. Akhirnya, sekitar lima aparat polisi mengepung, pelaku berhasil diringkus. Diduga, pelaku mengalami stres. Saat ini pelaku ditahan di Mapolsek Andong.
Sementara, Ketua Panwascam Andong, Hidayat Irianto, menyebutkan, sehari sebelumnya, pelaku sempat membeli delapan liter bensin.
“Pelaku bermaksud mengacau, karena sempat membeli bensin delapan liter,” jelas dia kepada wartawan.
Akibat kejadian itu, pelaksanaan pencontrengan itu sempat tegang. Pasalnya, para pemilih ketakutan
Saat ini ditahan di Polsek Andong. menurut penuturan ketua Panwascam Andong, Hidayat Irianto, sudah beli bensin 8 liter, bermaksud mengacau. Bisa diamankan, proses pemilihan bisa berjalan. sempat warga ketakutan.

08 Juli 2009 | 15:39 wib | Daerah
Pelaku Orang Gila

TPS Dibakar, Ketua KPPS Dihajar


Boyolali, CyberNews. Ketenangan warga di TPS 4 Dukuh Jaten, Desa Mojo, Kecamatan Andong saat contrengan, Rabu (8/7) berubah gempar. Ditengah persiapan yang dilakukan panitia pukul 08.00, mendadak dikagetkan dengan kedatang seorang laki- laki dan langsung mengamuk.

Pelaku yang belakangan diketahui bernama Samijan (45) warga setempat menyabet punggung Ketua KPPS, Suwarso dengan bagian punggung parang. Belum sempat hilang kekagetan para anggota KPPS, orang tersebut langsung masuk ke ruangan TPS sembari berteriak-teriak.

Tindakan pelaku semakin brutal, pelaku memukul- mukul meja panitia dengan parang dan potongan bambu.

Panitia dan warga yang berada di TPS tak berani menangkap Samijan, Mereka lalu mengontak Polsek Andong agar mengirimkan anggotanya. Sebelum bantuan datang, pelaku langsung merebut bendel daftar pemilih tetap dan membakarnya.

Sebagian bendel DPT juga sobek karena dihantam parang. Beruntung, tak lama kemudian sejumlah anggota polisi datang di lokasi kejadian dan segera mengamankan pelaku.

Ditemui wartawan, Ketua KPPS, Suwarso mengaku dirinya kaget karena tahu-tahu dipukul dari belakang. Ternyata pelakunya dikenal warga setempat sebagai orang gila.

Panitia dan warga yang akan mencontreng tidak berani menangkap pelaku dan segera meminta bantuan polisi. Setelah pelaku diamankan, panitia bisa melanjutkan persiapan.

"Warga memang mengatakan, orang itu gila. Namun saya lebih suka menyebutnya stres karena dia belum pernah diperiksakan ke rumah sakit jiwa," jelasnya.

Dijelaskan, usai kejadian, pihaknya segera melakukan koordinasi dengan PPK, Panwas dan polisi. Keputusannya, kegiatan pencontrengan tetap dilanjutkan sesuai jadwal.

Pihaknya juga berinisiatif memfotokopi lembar DPT yang dibakar pelaku. Tujuannya, untuk mencocokkan undangan yang dibawa pemilih dengan DPT.

"Kegiatan tetap dilanjutkan karena tidak ada kerusakan berarti. Untung saja, pelaku tidak menyabet saya dengan bagian parang yang tajam." uajar Suwarso.

Saat ditemui di lokasi kejadian, Kapolres Boyolali AKBP Agus Suryo Nugroho mengajak masyarakat agar tetap tenang. Dijelaskan, pelaku kini sudah diamankan di Mapolsek Andong untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihaknya juga berencana untuk membawa pelaku ke RSJ guna diperiksa tim dokter. Sekaligus untuk memastikan apakah orang itu gila atau tidak.

"Kalau berdasarkan keterangan warga, pelaku gila. Namun untuk kepastiannya, akan kami periksakan ke RSJ," tegasnya.
( Joko Murdowo / CN13 )
Posting Lama ►
 

Browser

Copyright 2012 gratis_arif Template by Bamz | Publish on Bamz Templates