Pendaur Ulangan Handphone
Sebuah ponsel berisi berbagai macam piranti elektronik seperti timah
yang kebanyakan untuk men-solder komponen, Arsenic, dan Brominan sejenis
senyawa atom dengan nomor 35 dimana sangat membahayakan kesehatan.
Ponsel-ponsel lama kebanyakan menggunakan baterai NiCad yang di dalamnya
terdapat Cadmium, Toxin, dan Carcinogen. Diperkirakan sekitar 130 juta
ponsel atau sekitar 65.000 ton yang terbuang akan tidak digunakan lagi
pada tahun-tahun berikutnya.
Beberapa negara seperti Australia dan Swiss mempunyai program khusus
untuk menanggulanginya, seperti mendaur ulang ponsel-ponsel lama
tersebut. Di Amerika Serikat, pemerintah federal tidak memusingkan hal
tersebut. Akan tetapai beberapa negara bagian termasuk Callifornia mulai
mengambil langkah khusus untuk menanggulanginya. The California Cell
Phone Recycling Act bertugas untuk mencari ponsel-ponsel lama dari para
konsumen untuk didaur ulang. Setelah diadakannya pertemuan, maka mereka
sepakat untuk mengatur harga dan jumlah produk yang layak di pasarkan di
Eropa dan hal ini di atur oleh Eropean Union, dengan begitu dirasa
dapat mengurangi tingkat pembuangan ponsel-ponsel bekas. Kenyataan di
lapangan terdapat tiga kata yang sangat sering dilakukan yaitu:
mengurangi, daur ulang dan membuang. Ketiganya dijadikan alasan utama
untuk masalah pembuangan ponsel sekarang ini. Daur ulang dan membuangnya
sangat sering terjadi. Banyak perusahaan, pabrikan ponsel, dan
pengumpul sampah ponsel sedang berusaha mencari jalan keluar agar
masalah ini tidak berlarut-larut.
Perusahaan seperti AT&T, Cingular dan Tracfone menawarkan ponsel
hasil daur ulang kepada para pengguna ponsel secara cuma-cuma. T-Mobile
memberikan keleluasaan kepada penggunanya untuk menggunakan ponsel hasil
daur ulang yang kompatibel dengan jaringan GSM (Global System for
Mobile Communications). Atlanta Phone Recycler Collective Good merupakan
salah satu dari beberapa perusahaan kecil yang mendedikasikan hidup
mereka untuk ponsel. Collective Good tersebar sekitar 300 tempat di
Amerika dan Kanada, termasuk San Diego YWCA. Kelompok ini mengumpulkan
ponsel-ponsel dan mengirimkanya kepada para pendaur ulang untuk dapat
dijual kembali. Collective Good juga menerima segala model ponsel yang
masih dapat digunakan. Hal ini juga dapat mendatangkan uang untuk
seperempat bagian lainnya, yang dapat di daur ulang dan di jual kembali,
khususnya untuk daerah pemasaran di Amerika Latin, dimana orang-orang
disana tidak begitu tertarik akan ponsel-ponsel baru.
Di Indonesia Sebagai upaya untuk mengurangi dampak negatif terhadap
lingkungan, PT Bakrie Telecom Tbk akan mendaur ulang 50.000 telepon
seluler dan ribuan baterai ponsel bekas. Presiden Direktur PT Bakrie
Telecom Tbk Anindya Bakrie mengatakan, langkah daur ulang ini merupakan
salah satu upaya dalam Kampanye Hijau untuk Negeri yang dia canangkan.
Selain mendaur ulang ponsel dan baterai bekas, Bakrie Telecom juga
melakukan langkah penghematan produksi kertas voucer isi ulang.
Penghematan pengoperasian base tranceiver station (BTS) ramah lingkungan
juga dapat mengurangi konsumsi energi hingga 30 persen dan memangkas
biaya operasional hingga Rp 10 miliar per tahun.
Manfaat Daur Ulang Handphone
Industri untuk pendaur ulangan ponsel memang tidak sebanyak industri
pembuat ponsel, namun di satu sisi industri ini mulai berkembang besar,
dan rata-rata tidak bertujuan untuk keuntungan mereka sendiri. Namun
daur ulang ponsel secara nyata telah memberikan solusi terhadap semakin
menggunungnya sampah ponsel. Dampaknya mungkin sedikit banyak telah
mengurangi menumpuknya ponsel bekas atau ponsel yang tak terpakai.
Selain itu ternyata pendaur ulangan handphone dapat mengurangi emisi
karbon dari aktivitas teknologi informasi karena Untuk memproduksi
sebuah telepon genggam, misalnya, memerlukan penambangan dengan
mengambil tanah sebanyak 100 kg. Padahal, kalau dibuang, sebuah ponsel
memerlukan waktu 400 juta tahun agar dapat terurai.
http://industri15ayu.blog.mercubuana.ac.id/2010/12/27/daur-ulang-handphone/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar